Posts

Showing posts with the label ERK

Berenti Dulu Denger ERK di Masa-masa Suram Seperti Ini

Image
Di masa-masa “pengasingan” seperti ini, kegiatan yang nggak lazim dilakukan menjadi lazim. Contoh paling sederhana buat saya begini, dulu ketika mendengar lagu biasanya disambi sama kerjaan. Di masa Covid-19, kegiatan mendengar lagu berarti benar-benar mendengarkan lagunya secara intens. Biasanya dari nadanya dulu, terus perhatiin liriknya, n akhirnya nyambung ke video clip-nya. Nah, kebetulan lagu yang lagi nyangkut di otak saya ya lagu-lagunya si Efek Rumah Kaca (ERK) ini. Di tahun 2008, saya pernah menulis juga soal ERK ( lagu ERK yang paling nyetrum , lagu yang nggak kalah bahaya).

Hujan Jangan Marah

Judul postingan ini adalah salah satu judul lagu dari band Efek Rumah Kaca, yang berjudul  “Hujan Jangan Marah”. Ciri khas ERK banget yang selalu mengangkat substansi ketimpangan sosial dan tema-tema tentang perjuangan hidup. Komentar awal yang kira2 keluar di benak pikiran saya pas nyimak lagu ini cuma satu: “Ah gilaaa, Suraaammmm!!!!!! Gelappppp” (suram dan gelap di sini dalam artian yang ini )

Lagu Efek Rumah Kaca yang Paling Nyetrum

Image
Bukan lagu cinta melulu, tapi ada satu lagi lagu yang racunnya kena banget. Apalagi kalo lagu ini disimak pas malam hari yang hening, efeknya bisa sangat mengerikan. Tidak dianjurkan buat mereka yang lagi mengalami fase-fase gak kuat iman. Bisa-bisa minum baygon dengan senang hati. Heran juga saya, orang2 edan mana yang bisa buat lagu yang bisa nyuruh kita minum baygon secara sukarela. (Hehehe, didramatisir). Bukan karena benci hidup atau despert, tapi menerima suram sebagai sebuah kebahagiaan. Lebih dari sekedar mati rasa, tapi ngebalikin persepsi dari default setting. Balik lagi ke omongannya Althusser. Default are construction, so anything can be default. You can always construct your own default setting as long as you have power and money. I’ll give an example which you can see on this question: “Are my dark face skin (sawo mateng) looks dirty to you? What if I say that your white face looks like my butt color skin (because both of them were same white and same protec...

Mood Ancur

Image
Dulu saya sempet bongkar diary mpok saya (masih muda waktu itu, agak2 khilaf emang), n nemuin puisi dia yang sampe sekarang masih ngebekas banget di hati. Kita diajar mencari agar kelak menjadi mentari kita diajak untuk sepi-sepi supaya hati tahu kadang tak bisa memiliki Kalo baca ini serasa lagi sendirian di pinggir pantai ngeliatin laut (timingnya harus pas, misalnya abis diputusin, abis ditolak, abis diselingkuhin, or abis di2 yang lainnya yg bikin kita pengen minum baygon). NB: Pas lagi diem2 terharu gitu, tiba2 adek saya lewat n nyetel lagu Efek Rumah Kaca – Lagu Cinta Melulu pake speaker HP jadul yang sember. Langsung ilang begitu aja mood-nya :hammer: